PRE REPORT – SINTAKS DDL

Leave a comment

Definisi : Relasi adalah tabel data 2 dimensi dengan karakteristik tertentu. Tabel 2 dimensi –layaknya suatu matriks- mempunyai

Baris (rows/records), dan Kolom (columns/attribute/field)

Karakteristik Relasi :

  • Mempunyai nama yang unik.
  • Setiap nilai harus atomik (not multivalued, not composite)
  • Setiap baris harus unik
  • Atribut pada tabel (columns) harus mempunyai nama yang unik

 

  • Bila relasi One to One maka foreign key diletakkan pada salah satu dari 2 entitas yang ada atau menyatukan ke dua entitas tersebut.
  • Bila relasi One to Many maka foreign key diletakkan di entitas yang Many
  • Bila relasi many to many maka dibuat “file konektor” yang berisi 2 foreign key yang berasal dari kedua entitas

 

Contoh sintaks DDL :
DDL untuk tabel
* Untuk membuat tabel
CREATE TABLE (
|
)
* Untuk menghapus tabel
DROP TABLE
* Untuk memodifikasi tabel
- Menambahkan kolom baru
ALTER TABLE
ADD
- Menghapus kolom
ALTER TABLE
DROP
DDL untuk view
* Untuk membuat view
CREATE VIEW AS
* Untuk menghapus view
DROP VIEW
DDL untuk trigger
* Untuk membuat trigger
CREATE TRIGGER ON TABLE ON [DELETE] [,] [INSERT] [,] [UPDATE] AS

Objek basis data yang termasuk DDL adalah :
Tabel
Tabel terdiri dari field-field atau kolom-kolom dengan tipe data tertentu dan baris-baris yang digunakan sebagai penyimpan data.
Contoh : tabel Mahasiswa yang terdiri dari field-field : NRP (primary key), Nama, Alamat, JenisKel, NIPDosen (foreign key dari field NIP pada tabel Dosen).
Sintaks DDLnya :
CREATE TABLE Mahasiswa (
NRP char(8),
Nama varchar(20) NOT NULL,
Alamat varchar(30),
JenisKel char(1) DEFAULT “L”,
NIPDosen char(9),
PRIMARY KEY (NRP),
CONSTRAINT fk_mhs_dosen FOREIGN KEY (NIPDosen) REFERENCES Dosen(NIP) ON DELETE RESTRICT ON UPDATE CASCADE ON INSERT RESTRICT
);

 

 

 

Macam-macam aturan Referential Integrity

Referential Integrity Constraint digunakan untuk menjaga konsistensi baris-baris data antara dua buah tabel. Pada umumnya, aturan ini mengharuskan sebuah baris pada sebuah tabel yang terelasikan pada tabel lain harus mengacu pada sebuah baris di dalam tabel tersebut.

Aturan untuk Referential Integrity biasanya digunakan jika terjadi proses modifikasi data (update, delete, dan insert).

Aturan untuk proses update : berlaku pada proses pengubahan data di parent table.

  • Update cascade : pembaruan sebuah baris data diikuti dengan pembaruan baris data pada child tableyang terelasikan
  • Update restrict : mencegah proses pembaruan data jika terdapat baris data di child table yang terelasikan
  • Update ignore : mengabaikan referensi. Boleh memperbarui data pada parent, tapi tidak memperbarui data yang berelasi pada child table.

Aturan untuk delete : berlaku pada proses modifikasi di parent table.

  • Delete cascade : menghapus seluruh baris data pada child table yg terelasikan
  • Delete restrict : mencegah penghapusan jika terdapat baris data yang berelasi pada child table
  • Delete ignore : mengabaikan referensi. Boleh menghapus data, dan tidak ada efeknya bagi child table.

Aturan untuk insert : berlaku pada proses penambahan data pada child table.

  • Insert restrict : tidak boleh menambah data pada child table, jika nilai yang dimasukkan pada kolom yang berelasi tidak terdapat pada parent tablenya.
  • Insert ignore : mengabaikan referensi. Boleh menambah data pada child, walaupun nilai yang dimasukkan pada kolom yang berelasi tidak terdapat pada parent table.

 

CONSTRAINT – constraint name and characteristics
<constraint name definition> CONSTRAINT <constraint name>
<constraint characteristics> <constraint check time> [ [ NOT ] DEFERRABLE [ <constraint check time> ] ]
<constraint check time> INITIALLY DEFERRED | INITIALLY IMMEDIATE

 

CONSTRAINT – table constraint definition
<table constraint definition> [ <constraint name definition> ] <table constraint> [ <constraint characteristics> ]
<table constraint> <unique constraint definition> | <referential constraint definition> | <check constraint definition>

 

UNIQUE – unique constraint definition
<unique constraint definition> <unique specification> <left paren> <unique column list> <right paren> | UNIQUE ( VALUE )
<unique specification> UNIQUE | PRIMARY KEY
<unique column list> <column name list>

 

FOREIGN KEY – referential constraint definition
<referential constraint definition> FOREIGN KEY <left paren> <referencing columns> <right paren> <references specification>
<references specification> REFERENCES <referenced table and columns> [ MATCH <match type> ] [ <referential triggered action> ]
<match type> FULL | PARTIAL | SIMPLE
<referencing columns> <reference column list>
<referenced table and columns> <table name> [ <left paren> <reference column list> <right paren> ]
<reference column list> <column name list>
<referential triggered action> <update rule> [ <delete rule> ] | <delete rule> [ <update rule> ]
<update rule> ON UPDATE <referential action>
<delete rule> ON DELETE <referential action>
<referential action> CASCADE | SET NULL | SET DEFAULT | RESTRICT | NO ACTION

 

 

 

Domain Constraint

Domain constraint merupakan bentuk integrity constraint yang paling sederhana. Setiap ada pemasukan data baru, maka akan langsung diperiksa oleh sistem. Domain constraint diterapkan pada atribut basis data sehingga sangat dimungkinkan beberapa atribut memiliki domain yang sama.

 

CREATE DOMAINdomain definition
<domain definition> CREATE DOMAIN <domain name> [ AS ] <predefined type> [ <default clause> ] [ <domain constraint>... ]
<domain constraint> [ <constraint name definition> ] <check constraint definition> [ <constraint characteristics> ]

 

ALTER DOMAINalter domain statement
<alter domain statement> ALTER DOMAIN <domain name> <alter domain action>
<alter domain action> <set domain default clause> | <drop domain default clause> | <add domain constraint definition> | <drop domain constraint definition>

 

 

Membuat Index

CREATE [ UNIQUE ] INDEX indexON table (field [ASC|DESC][, field [ASC|DESC], …])[WITH { PRIMARY | DISALLOW NULL | IGNORE NULL }]

Membuat suatu index pada tabel yang telah ada.

dimana :

index nama dari index yang akan dibuat
table nama dari tabel yang akan mengandung index tersebut
field nama dari field yang akan di index

Gunakan UNIQUE untuk membuat nilai unik terhadap field tertentu sehingga tidak memungkinkan duplikasi data. Gunakan WITH clause untuk menentukan apakah :

  • Tidak memperbolehkan pemasukan nilai Null pada field yang diindex dengan menggunakan option DISALLOW NULL.
  • Menghindarkan record dengan nilai Null pada field yang diindex untuk diikutsertakan dalam index.
  • Membuat index sebagai PRIMARY, setiap tabel hanya dapat memiliki satu index PRIMARY.

Contoh membuat Index S_KEY berdasarkan Nama pada tabel PESERTA, perintah SQL DDL-nya adalah sebagai berikut :



Kaum Muda dan Ideologi

Leave a comment

KATA PENGANTAR

 

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Kaum Muda dan Ideologi.

Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. Selama penulisan makalah ini penulis mendapat bantuan, bimbingan, dan pengarahan dari berbagai pihak, maka dari itu penulis menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada :

  1. Bapak N.S.Junaedi ,selaku Dosen Pendidikan Kewarganegaraan.
  2. Orang tua, seluruh keluarga, dan teman-teman yang telah memberikan dukungan baik moriil maupun materil.

Semoga segala bantuan yang telah diberikan kepada penulis mendapat balasan yang lebih dari Allah SWT. Penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para khalayak sekalian.

 

 

Bandung, November 2010

 

 

Penulis

 


DAFTAR ISI

 

 

KATA PENGANTAR. i

DAFTAR ISI ii

 

BAB I PENDAHULUAN.. 1

1.1         Latar Belakang Masalah. 1

1.2         Rumusan Masalah. 1

1.3         Tujuan. 1

BAB II LANDASAN TEORI 2

2.1         Pengertian dan Fungsi Ideologi 2

2.2         Pancasila sebagai Ideologi Bangsa. 2

2.3         Pancasila sebagai Ideologi Terbuka. 2

BAB III PEMBAHASAN.. 4

3.1         Kondisi Pemuda Saat ini 4

3.2         Kondisi yang Diharapkan. 4

3.2.1          Nasionalisme. 5

3.2.2          Posnasionalisme. 6

3.3         Cara yang dilakukan untuk mencapai kondisi yang diinginkan. 7

BAB IV SIMPULAN.. 8

 

DAFTAR PUSTAKA.. 9

 

 

BAB I PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Masalah

 

Orang-orang muda saat ini masih menjadi komunitas yang berserakan sehingga dampak perubahannya kurang signifikan, jika dilihat dari perspektif kebangsaan secara keseluruhan. Andai mereka terhimpun dalam organisasi yang mampu membangun sinergi dan partisipasi, tentulah energi perubahan yang akan dihasilkan menjadi tak tertahan. Sayangnya, orang-orang muda saat ini seringkali enggan berhimpun dalam wadah-wadah kepemudaan, karena dalam persepsi mereka, wadah kepemudaan saat ini tak lebih dari kumpulan pengangguran yang mencari hidup dengan menjual proposal kegiatan.

Persepsi seperti itu tentu harus diubah. Para aktifis kepemudaan harus dapat menunjukkan bahwa mereka berhimpun bukan untuk mencari makan apalagi jabatan. Mereka berhimpun untuk suatu perubahan menuju Indonesia baru, yakni memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Organisasi kepemudaan yang solid dan memiliki energi gerak yang dinamis akan sangat membantu kaum muda dalam menjalankan perannya sebagai agen perubahan. Sesungguhnya tugas kaum muda saat ini sangatlah luar biasa. Tantangan situasi domestik yang begitu mengerikan, seperti ancaman perpecahan, kemiskinan yang berkepanjangan, kerusakan lingkungan, merupakan pekerjaan rumah kaum muda yang belum terselesaikan.

 

1.2Rumusan Masalah

  • Kaum muda kebanyakan, hampir kehilangan daya geraknya.
  • Hilangnya ideology Pancasila  dikalangan remaja
  • Makin luruhnya semangat nasionalisme di kalangan kaum muda.

 

1.3Tujuan

  • Menghasilkan  generasi dengan ideologi dan karakter kebangsaan yang kuat, kemandirian di pelbagai ranah, dan tentu saja kompetensi profesional mereka.
  • Mencetak Kaum Muda Yang Berideologi

 

 

 

BAB II LANDASAN TEORI

 

2.1Pengertian dan Fungsi Ideologi

 

Nama ideologi berasal dari kata ideas dan logos. Idea berarti gagasan,konsep, sedangkan logos berarti ilmu. Pengertian ideologi secara umum adalah sekumpulan ide, gagasan, keyakinan, kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan keagamaan.

 

Ciri-ciri ideologi adalah sebagai berikut :

1.      Mempunyai derajat yang tertinggi sebagai nilai hidup kebangsaan dan kenegaraan.

2.      Oleh karena itu, mewujudkan suatu asas kerohanian, pandanagn dunia, pandangan hidup, pedoman hidup, pegangan hidup yang dipelihara diamalkan dilestarikan kepada generasi berikutnya, diperjuangkan dan dipertahankan dengan kesediaan berkorban.

 

Fungsi ideologi menurut beberapa pakar di bidangnya :

1.      Sebagai sarana untuk memformulasikan dan mengisi kehidupan manusia secara individual. (Cahyono, 1986)

2.      Sebagai jembatan pergeseran kendali kekuasaan dari generasi tua (founding fathers) dengan generasi muda. (Setiardja, 2001)

3.      Sebagai kekuatan yang mampu member semangat dan motivasi individu, masyarakat, dan bangsa untuk menjalani kehidupan dalam mencapai tujuan. (Hidayat, 2001)

2.2Pancasila sebagai Ideologi Bangsa

 

Pancasila sebagai ideologi bangsa adalah Pancasila sebagai cita-cita negara atau cita-cita yang menjadi basis bagi suatu teori atau sistem kenegaraan untuk seluruh rakyat dan bangsa Indonesia, serta menjadi tujuan hidup berbangsa dan bernegara Indonesia. Berdasarkan Tap. MPR No. XVIII/MPR/1998 tentang Pencabutan Ketetapan MPR tentang P4, ditegaskan bahwa Pancasila adalah dasar NKRI yang harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

2.3Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

 

Makna dari ideologi terbuka adalah sebagai suatu sistem pemikiran terbuka.

Ciri-ciri ideologi terbuka dan ideologi tertutup adalah :

 

Ideologi Terbuka

a.      merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat.

b.      Berupa nilai-nilai dan cita-cita yang berasal dari dalam masyarakat sendiri.

c.       Hasil musyawarah dan konsensus masyarakat.

d.      Bersifat dinamis dan reformis.

 

Ideologi Tetutup

a.      Bukan merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat.

b.      Bukan berupa nilai dan cita-cita.

c.       Kepercayaan dan kesetiaan ideologis yang kaku.

d.      Terdiri atas tuntutan konkret dan operasional yang diajukan secara mutlak.

 

Menurut Kaelan, nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah sebagai berikut :

a.      Nilai dasar, yaitu hakekat kelima sila Pancasila.

b.      Nilai instrumental, yang merupakan arahan, kebijakan strategi, sasaran serta lembaga pelaksanaanya.

c.       Nilai praktis, yaitu merupakan realisasi nilai-nilai instrumental dalam suatu realisasi pengamalan yang bersifat nyata, dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat, berbangsa dan bernegara.

 

 

 

BAB III PEMBAHASAN

3.1Kondisi Pemuda Saat ini

Saat ini ideology kaum muda dinilai sudah pudar. Kurang nya kepedulian pemuda terhadap bangsa dan Negara serta pemuda saat ini dinilai kurang menghargai sejarah bangsa. Ini dibuktikan dengan budaya-budaya dan tradisi bangsa yang semakin lama semakin pudar bahkan kebudayaan bangsa ini sudah berkiblat ke budaya asing. Masuk dan merambatnya budaya asing ini justru dibawa oleh kaum muda. Selain itu, pancasila bagi kalangan pemuda hanya hafal secara lisan saja. Sedangkan makna yang terkandung dalam pancasila tersebut sebagian besar kurang memahaminya.

Adanya diktonomi antara kaum muda dengan kaum tua. Kaum tua beranggapan bahwa setiap orang berhak untuk memimpin melalui proses demokratis tanpa ada batasan usia. Disamping itu, ia meragukan kemampuan kaum muda yang miskin pengalaman dan masih labil jiwanya, sehingga beresiko besar apabila diserahkan tampuk kepemimpinan. Sedangkan kaum muda menganggap kepemimpinan kaum tua telah gagal menghadirkan sebuah perubahan yang signifikan terhadap kondisi riil di masyarakat. Golongan tua dianggap mobil bekas yang sudah saatnya menikmati hari pensiun dan harus diganti dengan mesin-mesin yang lebih fresh.

Kondisi pemuda saat ini berbeda dengan pemuda zaman dulu. Salah satu perbedaannya yakni kaum muda dulu beranggapan bahwa ke-Indonesiaan belum selesai sehingga perlu ada sebuah konsep yang berupa ideologi yang harus diperjuangkan. Lain halnya dengan sekarang, setelah kehilangan musuh bersama secara fisik, generasi sekarang alpa dan buta terhadap musuh bersama yang lebih halus dan menggerogoti sendi-sendi berbangsa. Akhirnya, karena ketiadaan pegangan, kaum muda cenderung terombang-ambing dan lebih suka ikut arus tanpa ada pegangan teguh berupa idelogi yang ditawarkan bagi penyelesaian masalah-masalah bangsa.

Idelogi kaum muda sekarang adalah pragmatism (ajaran yang menekankan bahwa pemikran itu menuruti tindakan) dan hedonism (pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan utama hidup).

 

3.2Kondisi yang Diharapkan

Pergulatan bangsa Indonesia adalah dinamika para pemudanya. Pemuda dalam lembaran sejarah merupakan aktor kunci sebagai katalisator perubahan sosial,ekonomi dan politik. Menjadi sebuah kesimpulan yang tidak terbantahkan apa yang dikatakan oleh seorang Indonesianis, Benedict Anderson bahwa sejarah Indonesia adalah sejarah pemudanya.

Pemuda menyimbolkan semangat, idealisme, progresif dan berpikir radikal. Sampai-sampai panglima besar revolusi Indonesia, Bung Karno, mengatakan

“Beri padaku sepuluh pemuda dan aku sanggup mengguncangkan Pegunungan Himalaya” (Soekarno)

Kepemimpinan kaum muda seharusnya menjadi narasi besar dalam arus perpolitikan tanah air. Kaum muda dianggap sudah saatnya tampil ke depan membawa angin segar perubahan dan mencoba menjadi alternatif pilihan dalam kepemimpinan nasional.

Dalam sebuah perjuangan, arah dan orientasi kaum muda harus jelas. Dalam artian, kaum muda harus memiliki keyakinan, nilai-nilai panduan dan tujuan yang jelas. Atau dengan kata lain, pemuda harus memiliki ideologi perjuangan.

“Hai pemuda dan pemudi, engkau pembina hari kemudian. Orang mengatakan bahwa engkau itu adalah pupuk hari kemudian. Jangan terima! Kita ini bukan sekadar pupuk. Kami lebih dari pupuk. Di dalam jiwa kami tumbuh pula masyarakat yang baru itu. Dan, dalam jiwa kami tumbuh segala apa yang menjadi cita-cita bangsa kami “(Bung Karno, 1958).

-          Kaum muda diharapkan bisa menjadi motor penggerak pada negara

-          Kaum muda diharapkan bisa menjadi panutan

-          Kaum muda diharapkan bisa memberikan kontribusi terhadap perkembangan bangsa dan negara

-          Kaum muda diharapkan bisa mengerti terhadap makna-makna pancasila dan ideologi

-          Rasa bangga terhadap negaranya sendiri diharapkan akan tumbuh

-          Kaum muda diharapkan bisa memberikan perubahan-perubahan terhadap perkembangan Indonesia ke arah yang lebih baik

-          pemuda harus memiliki arah dan orientasi perjuangan sehingga tidak gagap dan terseok-seok dalam menyelesaikan persoalan bangsa.

3.2.1       Nasionalisme

Nasionalismetelah menjadi ideologi yang memengaruhi kehidupan publik, bahkan pribadi manusia yang majemuk. Disadari atau tidak, ideologi nasionalisme-lah yang telah mengubah tatanan dunia sekarang ini. Sejak sekitar abad ke-17, mulai dari Inggris, Prancis, Jerman, Rusia, dan Amerika Serikat serta hampir seluruh penduduk dunia menjadikan nasionalisme sebagai kekuatan ideologinya (M Ali: 2004).

Nasionalisme yang dibangun oleh para penggagas Sumpah Pemuda mampu menggerakkan kekuatan bangsa menjadi satu kekuatan yang utuh sehingga mampu terlepas dari belenggu penjajah pada 17 Agustus 1945.

3.2.2       Posnasionalisme

Dalam dunia global sekarang ini, term posmodernisme telah menjelajah dan menghinggapi setiap perilaku masyarakat. Posmodernisme ini telah menjadi pola pikir yang mampu memberikan identitas tertentu terhadap seseorang untuk melakukan sesuatu. Untuk itu, menarik apa yang dikatakan oleh Leah Greenfeld bahwa nasionalisme sangat terkait erat dengan modernisme. Andaikan dunia ini menjadi posmodernisme secara tidak langsung, itu akan juga terbawa posnasionalisme. Bagi Leah Greenfeld dalam bukunya Nationalism: Five Roads to Modernity, National Identity is, fundamentally a matter of difnity, dengan gamblang menjelaskan bahwa posnasionalisme tercipta secara sosial (socially constructed) yang berkait erat dengan harga diri (dignity), memberikan rasa bangga, memiliki karakter, meningkatkan status, membuat manusia nyaman, menciptakan rasa memiliki, mengatasi kepentingan egoistik, dan lain sebagainya. Pandangan Leah Greenfeld memberikan inspirasi bagi kita bahwa nasionalisme yang telah mendarah daging dalam diri manusia tergantung manusia mampu membawa ke arah mana nasionalisme yang telah ada tersebut. Nasionalisme menjadi kekuatan yang inheren yang memberikan bentuk dan karakter yang luar biasa, yang bila digerakkan mampu membawa perubahan yang luar biasa pula.

Inilah tantangan yang harus diperhatikan oleh bangsa ini. Bagaimana tantangan modernitas yang telah mendarah daging itu mampu dijalankan dengan prinsip nasionalisme yang tinggi? Karena, kita tidak akan kuasa menolak kuatnya arus modernitas yang telah masuk dalam diri bangsa ini. Sehingga, mau tidak mau, kita harus menciptakan nasionalisme secara inheren dalam nilai-nilai modernitas.

Sinergitas ini nanti mampu melahirkan kembali bentuk tatanan dan prinsip nasionalisme yang sejalan dengan arus dunia modern. Karena, bila arus dunia modern tidak ditata dengan kekuatan nasioanalisme yang tinggi, yang terjadi hanya akan meningkatkan kesenjangan sosial dan bahkan merusak tatanan moralitas manusia.

Namun, dengan sinergitas nasionalisme, tentu akan memberikan nilai lebih pada arus modernisme hingga tercipta kekuatan perkawanan dan solidaritas sosial yang tinggi. Yang kuat akan selalu peduli dan memerhatikan yang lemah.

Dengan kata lain, terjadi kohesi sosial yang apik, yang sejalan dengan konsep nasionalisme yang telah dibangun para founding fathers kita tahun 1928 dulu. Diharapkan kini para pemuda akan memberikan nilai lebih pada diri bangsa ini, terlebih dengan terciptanya dunia baru dengan adanya sistem pemerintahan baru. Semoga posnasionalisme menjadi terealisasikan secara empiris dengan bersatunya bangsa, baik dari tingkat elite, bangsawan, politisi, ekonom, maupun semua elemen bangsa lainnya.

Sebuah kekuatan yang akan membuang jauh-jauh sikap egois dan mengutamakan bentuk sikap nasionalisme kebangsaan.

 

3.3Cara yang dilakukan untuk mencapai kondisi yang diinginkan

Untuk mencetak pemuda-pemuda yang memiliki ideologi, dibutuhkan wadah sebagai tempat penempaan dalam menjalani proses kaderisasi. Mesin kaderisasi dan distribusi calon-calon pemimpin masa depan sampai saat ini yang paling dinamis adalah partai politik.

Namun, hari ini partai politik kurang memberi lampu hijau bagi kaum muda untuk berkiprah. Kaderisasi yang seharusnya di isi dengan doktrinasi yang sifatnya ideologis, mulai tergerus oleh pola pikir pragmatis. Seolah-olah partai hanya sebagai kendaraan mencapai kekuasaan, bukannya wadah kaderisasi dan penanaman nilai-nilai ideologis.

Untuk menciptakan kader-kader muda yang ideologis, setidaknya ada beberapa hal yang sebaiknya kita perhatikan.

1.      Membenahi partai politik. Sudah semestinya partai berbenah diri dengan melakukan perubahan besar-besaran untuk menghidupkan roda regenerasi dan menghancurkan oligarki dan dinasti kekeluargaan dengan demokratisasi. Partai harus bisa menjadi partai kader dan bukan hanya partai massa. Ini dimaksudkan agar orientasi partai adalah kaderisasi dan regenerasi yang berkeadilan.

2.      Untuk menyokong kaum muda yang berideologi, maka kiprah pemuda dalam praktik politik juga penting. Hal ini untuk mensiasati jam terbang yang minim. Kita bisa memberi saran mengenai kuota kaum muda apakah di eksekutif, legislatif atau bahkan di tubuh partai politik.

3.      Membuat sumpah pemuda jilid 2. Kaum muda harus bersatu dalam keberagamannya. Seringkali karena perbedaan sudut pandang, perpecahan dan fragmentasi tidak bisa dielakkan. Padahal kita bisa belajar pada pemuda-pemuda yang mengadakan sumpah pemuda 1928.

4.      Untuk mendapat simpati publik, kaum muda perlu terus menerus untuk mengkampanyekan kepemimpinan kaum muda. Tentunya kaum muda juga harus mengimbangi dengan kualitas yang layak dibanggakan masyarakat.

5.      Bekerjasama dengan kaum tua. Kaum muda tidak bisa terlepas dari kaum tua. Pemuda harus ,menjadikan kaum tua sebagai soko guru yang membimbing arah petunjuk jalan. Bahkan, jika memang harus berkolaborasi dalam merebut kepemimpinan nasional untuk sebuah perubahan yang lebih baik, tentunya tidak akan jadi masalah.

 

 

BAB IV SIMPULAN

Dewasa ini, kaum muda sekarang telah menyimpang dari prinsip ideology. Hal itu terjadi dikarenakan kurangnya rasa bangga dan tanggung jawab terhadap bangsa, kurang adanya pendidikan terhadap ideology sehingga banyak kaum muda sekarang yang tidak mengerti makna prinsip ideology, berkurangnya semangat nasionalisme terhadap bangsa Indonesia dan lain-lain. Hal-hal ini harus segera kita tanggapi untuk menghindari tumbuhnya kaum muda yang sudah tidak peduli lagi terhadap prinsip ideology dan bangsa. Salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk menciptakan kaum muda yang memiliki ideology, adalah dengan menyediakan sebuah wadah di mana wadah tersebut adalah sebagai tempat penempaan dalam menjalani proses kaderisasi. Wadah ini juga harus bisa menjadi suatu tempat yang bukan dijadikan untuk kepentingan suatu golongan tertentu, tetapi harus menjadi sebuah wadah yang benar-benar menjadi tempat penempaan kaum muda dalam menjalani proses kaderisasi. Dengan disediakannya wadah ini, diharapkan kaum muda dapat memberikan suatu kontribusi terhadap kemajuan perkembangan Indonesia ke arah yang lebih baik. Selain itu juga, pemuda diharapkan memiliki arah dan orientasi perjuangan sehingga tidak gagap dan terseok-seok dalam menyelesaikan persoalan bangsa sehingga bisa siap jika sewaktu-waktu disuruh untuk memimpin.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

http://www.pk-sejahtera.org.uk/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=123

http://www.bangadang.com/perspektif/artikel/1766-membangun-kembali-nasionalisme-kaum-muda

http://nasional.vivanews.com/news/read/9260-wanda_hamida__ideologi_kaum_muda_pudar

http://mulaharahap.wordpress.com/2008/03/06/minat-mahasiswa-terhadap-pancasila-semakin-menurun/

http://www.dpp-pkb.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=159:hanif-dhakiri-kaum-muda-kita-harus-tangguh&catid=45:nasional&Itemid=120

http://www.docstoc.com/docs/22418625/Kaum-Muda-Dan-Ideologi

http://www.scribd.com/doc/18234198/Menggagas-Sumpah-Pemuda-Jilid-2

http://mariaelfauzy.blogspot.com/2008/10/pasar-ideologi-mahasiswa.html

 

Periferal

2 Comments


1.1. Pengertian Periferal

Periferal atau perangkat tambahan atau perangkat saja (Inggris: peripheral device) adalah perangkat keras yang dihubungkan ke komputer untuk meningkatkan kegunaannya. Beberapa perangkat yang umum digunakan adalah pencetak, pemindai, mikropon dan pengeras suara.

1.2. Jenis-Jenis Periferal

1.2.1. Periferal Utama

1.2.1.1. Keyboard

Papan ketik (bahasa Inggris: keyboard) atau kibor adalah peranti untuk mengetik atau memasukkan huruf, angka, atau simbol tertentu ke perangkat lunak atau sistem operasi yang dijalankan oleh komputer.

Papan ketik terdiri atas tombol-tombol berbentuk kotak dengan huruf, angka, atau simbol yang tercetak di atasnya. Dalam beberapa sistem operasi, apabila dua tombol ditekan secara bersamaan, maka akan memunculkan fungsi khusus atau pintasan yang telah diatur sebelumnya.

Ada berbagai jenis tata letak tombol pada papan ketik. Akan tetapi, yang paling populer dan umum digunakan adalah tata letak QWERTY, meniru sistem tata letak mesin ketik.

Papan ketik tipe baru biasanya mempunyai tombol tambahan di atas tombol fungsi (F1, F2, dst.) untuk mempermudah pengguna dalam mengoperasikan komputer. Selain itu, papan ketik baru juga sudah banyak yang mendukung teknologi nirkabel.

1.2.1.2. Mouse

Tetikus atau yang lebih dikenal dengan nama mouse adalah alat yang digunakan untuk memasukkan data ke dalam komputer selain papan ketik. Tetikus memperoleh nama demikian karena kabel yang menjulur berbentuk seperti ekor tikus[1].

Tetikus pertama kali dibuat pada tahun 1963 oleh Douglas Engelbart berbahan kayu dengan satu tombol. Model kedua sudah dilengkapi dengan 3 tombol. Pada tahun 1970, Douglas Engelbart memperkenalkan tetikus yang dapat mengetahui posisi X-Y pada layar komputer, tetikus ini dikenal dengan nama X-Y Position Indicator (indikator posisi X-Y).

Bentuk tetikus yang paling umum mempunyai dua tombol, masing-masing di sebelah kiri atas dan kanan atas yang dapat ditekan. Walaupun demikian, komputer-komputer berbasis Macintosh biasanya menggunakan tetikus satu tombol.

Tetikus bekerja dengan menangkap gerakan menggunakan bola yang menyentuh permukaan keras dan rata. Tetikus yang lebih modern sudah tidak menggunakan bola lagi, tetapi menggunakan sinar optikal untuk mendeteksi gerakan. Selain itu, ada pula yang sudah menggunakan teknologi nirkabel, baik yang berbasis radio, sinar inframerah, maupun bluetooth.

Saat ini, teknologi terbaru sudah memungkinkan tetikus memakai sistem laser sehingga resolusinya dapat mencapai 2.000 titik per inci (dpi), bahkan ada yang bisa mencapai 4.800 titik per inci. Biasanya tetikus model ini diperuntukkan bagi penggemar permainan video.

1.2.1.3. RAM (Memori Fisik)

Memori fisik merupakan istilah generik yang merujuk pada media penyimpanan data sementara pada komputer. Setiap program dan data yang sedang diproses oleh prosesor akan disimpan di dalam memori fisik. Data yang disimpan dalam memori fisik bersifat sementara, karena data yang disimpan di dalamnya akan tersimpan selama komputer tersebut masih dialiri daya (dengan kata lain, komputer itu masih hidup). Ketika komputer itu direset atau dimatikan, data yang disimpan dalam memori fisik akan hilang. Oleh karena itulah, sebelum mematikan komputer, semua data yang belum disimpan ke dalam media penyimpanan permanen (umumnya bersifat media penyimpanan permanen berbasis disk, semacam hard disk atau floppy disk), sehingga data tersebut dapat dibuka kembali pada lain waktu.

Memori fisik umumnya diimplementasikan dalam bentuk Random Access Memory (RAM), yang bersifat dinamis (DRAM). Mengapa disebut Random Access, adalah karena akses terhadap lokasi-lokasi di dalamnya dapat dilakukan secara acak (random), bukan secara berurutan (sekuensial). Meskipun demikian, kata random access dalam RAM ini sering menjadi salah kaprah. Sebagai contoh, memori yang hanya dapat dibaca (ROM), juga dapat diakses secara random, tetapi ia dibedakan dengan RAM karena ROM dapat menyimpan data tanpa kebutuhan daya dan tidak dapat ditulisi sewaktu-waktu. Selain itu, hard disk yang juga merupakan salah satu media penyimpanan juga dapat diakses secara random, tapi ia tidak digolongkan ke dalam Random Access Memory.

1.2.1.4. CD-ROM

CD-ROM (singkatan dari Compact Disc – Read Only Memory) adalah sebuah piringan kompak dari jenis piringan optik (optical disc) yang dapat menyimpan data. Ukuran data yang dapat disimpan saat ini bisa mencapai 700MB atau 700 juta bita.

CD-ROM bersifat read only (hanya dapat dibaca, dan tidak dapat ditulisi). Untuk dapat membaca isi CD-ROM, alat utama yang diperlukan adalah CD Drive. Perkembangan CD-ROM terkini memungkinkan CD dapat ditulisi berulang kali (Re Write / RW) yang lebih dikenal dengan nama CD-RW.

1.2.1.5. Harddisk

Cakram keras (Inggris: harddisk atau harddisk drive disingkat HDD atau hard drive disingkat HD) adalah sebuah komponen perangkat keras yang menyimpan data sekunder dan berisi piringan magnetis. Cakram keras diciptakan pertama kali oleh insinyur IBM, Reynold Johnson di tahun 1956. Cakram keras pertama tersebut terdiri dari 50 piringan berukuran 2 kaki (0,6 meter) dengan kecepatan rotasinya mencapai 1.200 rpm (rotation per minute) dengan kapasitas penyimpanan 4,4 MB. Cakram keras zaman sekarang sudah ada yang hanya selebar 0,6 cm dengan kapasitas 750 GB.

Jika dibuka, terlihat mata cakram keras pada ujung lengan bertuas yang menempel pada piringan yang dapat berputar. Data yang disimpan dalam cakram keras tidak akan hilang ketika tidak diberi tegangan listrik. Dalam sebuah cakram keras, biasanya terdapat lebih dari satu piringan untuk memperbesar kapasitas data yang dapat ditampung.

Dalam perkembangannya kini cakram keras secara fisik menjadi semakin tipis dan kecil namun memiliki daya tampung data yang sangat besar. Cakram keras kini juga tidak hanya dapat terpasang di dalam perangkat (internal) tetapi juga dapat dipasang di luar perangkat (eksternal) dengan menggunakan kabel USB ataupun FireWire.

1.2.1.6. Floppy disk

Cakram liuk atau disket (bahasa Inggris: floppy disk) adalah sebuah perangkat penyimpanan data yang terdiri dari sebuah medium penyimpanan magnetis bulat yang tipis dan lentur dan dilapisi lapisan plastik berbentuk persegi atau persegi panjang.

Cakram liuk “dibaca” dan “ditulis” menggunakan kandar cakram liuk (floppy disk drive, FDD). Kapasitas cakram liuk yang paling umum adalah 1,44 MB (seperti yang tertera pada cakram liuk), meski kapasitas sebenarnya adalah sekitar 1,38 MB.

1.2.1.7. Monitor

Tampilan komputer atau monitor komputeradalah salah satu jenis soft-copy device, karena keluarannya adalah berupa signal elektronik, dalam hal ini berupa gambar yang tampil di layar monitor. Gambar yang tampil adalah hasil pemrosesan data ataupun informasi masukan. Monitor memiliki berbagai ukuran layar seperti layaknya sebuah televisi. Tiap merek dan ukuran monitor memiliki tingkat resolusi yang berbeda. Resolusi ini lah yang akan menentukan ketajaman gambar yang dapat ditampilkan pada layar monitor. Jenis-jenis monitor saat ini sudah sangat beragam, mulai dari bentuk yang besar dengan layar cembung, sampai dengan bentuk yang tipis dengan layar datar (flat).. Untuk saat ini monitor komputer terdiri dari beberapa jenis, di antaranya:

1.2.2. Periferal Pendukung

1.2.2.1. Joystick

Tuas kontrol (bahasa Inggris: joystick) adalah alat masukan komputer yang berwujud tuas yang dapat bergerak ke segala arah. Alat ini dapat mentransmisikan arah sebesar dua atau tiga dimensi ke komputer. Alat ini umumnya digunakan sebagai pelengkap untuk memainkan permainan video yang dilengkapi lebih dari satu tombol. Selain untuk mengontrol permainan video, tuas kontrol juga banyak diimplementasikan pada mesin lain, seperti pada kursi roda bermotor dan truk.

1.2.2.2. Printer

Printer atau pencetak adalah alat yang menampilkan data dalam bentuk cetakan, baik berupa teks maupun gambar/grafik, di atas kertas. Printer biasanya terbagi atas beberapa bagian, yaitu picker sebagai alat mengambil kertas dari tray. Tray ialah tempat menaruh kertas. Tinta atau toner adalah alat pencetak sesungguhnya, karena ada sesuatu yang disebut tinta atau toner yang digunakan untuk menulis pada kertas. Perbedaan toner dan tinta ialah perbedaan sistem; toner atau laser butuh pemanasan, sedangkan tinta atau inkjet tak butuh pemanasan, hanya pembersihan atau cleaning pada print-head printer tersebut.

Ada pula kabel fleksibel untuk pengiriman sinyal dari prosesor printer ke tinta atau toner. Kabel ini tipis dan fleksibel, namun kuat. Pada bagian belakang printer biasanya ada port paralel atau USB untuk penghubung ke komputer.

Pencetak modem merupakan alat canggih. Perkakasan elektronik yang terdapat dalam sebuah pencetak sama dengan perkakasan elektronik yang terdapat dalam komputer itu sendiri. Pencetak mempunyai 6 jenis yaitu jenis Dot-Matrix, jenis Daisy Wheel, jenis Ink-Jet / jenis Bubble Jet, jenis Chain, jenis Drum dan jenis Laser.

1.2.2.3. Scanner

Pemindai atau scanner merupakan suatu alat yang digunakan untuk memindai suatu bentuk maupun sifat benda, seperti dokumen, foto, gelombang, suhu dan lain-lain. Hasil pemindaian itu pada umumnya akan ditransformasikan ke dalam komputer sebagai data digital. Terdapat beberapa jenis pemindai bergantung pada kegunaan dan cara kerjanya, antara lain:

Di antara jenis-jenis pemindai tersebut, pemindai gambar adalah yang paling sering disebut sebagai pemindai.

1.2.2.4. Speaker

Pada dasarnya, speaker merupakan mesin penterjemah akhir, kebalikan dari mikrofon. Speaker membawa sinyal elektrik dan mengubahnya kembali menjadi getaran untuk membuat gelombang suara. Speaker menghasilkan getaran yang hampir sama dengan yang dihasilkan oleh mikrofon yang direkam dan dikodekan pada tape, CD, LP, dan lain-lain. Speaker tradisional melakukan proses ini dengan menggunakan satu drivers atau lebih.

1.2.2.5. Webcam

Sebuah webcam video capture adalah perangkat terhubung ke komputer atau jaringan komputer, yang sering menggunakan USB port atau, jika terhubung ke jaringan, ethernet atau Wi-Fi. Mereka yang paling populer digunakan adalah untuk video telepon, memungkinkan komputer untuk bertindak sebagai videophone atau konferensi video stasiun. Populer lainnya menggunakan, yang meliputi rekaman file video atau bahkan masih-gambar, dapat diakses melalui berbagai program perangkat lunak, aplikasi dan perangkat.
Mereka dikenal karena biaya produksi yang rendah dan fleksibilitas.

catatan penulisan kerangka ilmiah

Leave a comment

1. menetukan topik
2. menetukan tema
3. menyusun kerangka karangan

a. tesis harus jelas
b. tiap unit dalam kerangka hanya mengandung satu gagasan yang akan di uraikan secara tuntas
c. pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis.
d. Setiap unit, baik unit utama dan sub unit, harus menggunakan pasangan simbol yang konsisten
e. Penanaman atas setiap unit dan subunit dalam kerangka karangan harus bersifat sejajar atau paralel.

cara tidak langsung(penyusunan kerangka)
1.pengumpulan gagasan
2.pengoreksian/penyempurnaan gagasan
3.pengelompokan susunan urutan gagasan

sumber data :
1.dokumen
2.nara sumber
3.peningglan historis

cara :
wawancara
angket
studi pustaka
observasi langsung

Kelengkapan awal
1.    Judul
2.    Pengesahan
3.    Abstrak
4.    Kata pengantar
5.    Daftar isi
6.    Daftar gambar
Judul

1.    Mencerminkan tema /pokok masalah
2.    Menggambarkan tujuan penelitian
3.    Singkat (ditulis dalam frasa singkat, jrelas dan dalam bentuk prasa nominal
4.    Menarik,memberi kesan dan mampu mempengaruhi minat pembaca(non ilmiah)
Isi halaman judul

1.    Judul (kapital )
2.    Jenis dan kedudukan tulisan(disusun untuk memenuhi tugas B. Indonesia)
3.    Nama lengkap penulis dan nomor pokok(font 12,Rekhas Fahrizi)
4.    Nama lembaga
5.    Nama kota(bisa kita hilangkan)(politeknik negeri “bandung”)
6.    Tahun publikasi
Kata Pengantar

1.    Kalimat pembuka ,motivasi,topik dan tujuan karangan, kemudahan/kesulitan dalam penyusunan karangan,ucapan terima kasih(kepada orang-orang yang terlibat,misalkan pembimbing), dan harapan penulis(berharap semoga bermanfaat),saran dan kritik nya.
2.    Berupa tulisan ilmiah.atau struktur ilmiah
3.    Puji dan syukur “penulis” sampaikan
4.    Bandung,09 desember 2010

Daftar isi
Daftar gambar dan diagram
Daftar Lampiran(dengan romawi)

Judul
Pengesahan
Kata pengantar
Daftar isi
Masalah
1.    Penegasan judul dengan cara membatasi ruang lingkup judul
2.    Pengajuan pertanyaan tentang hal-hal yang aakan dicari jawabannya dalam kegiatan penelitian.

Pengutipan

sumber kutipan :
- referensi tertulis baik cetak maupun elektronik
- tturan seseorang

Jenis kutipan    :
- Langsug -> sama persis dengan sumber
- tidak langsung -> gagasan orang lain ditulis dengan kalimat kita sendiri tanpa mengubah gagasan sebenarnya

Prinsip kutipan langsung :
- Tidak diperbolehkan mengubah apapun dari hal yang dikutip
- Bila terdapat kesalahan harus dibubuhkan tanda [sic!] yang berarti tidak bertanggung jawab terhadap kesalahan itu
- Diperbolehkan mengutip sebagian dengan membubuhkan tanda elipsi… bila yang dihilangkan bagian awal dan tengah kutipan dan…

Penunjukan Sumber
- Nama akhir pengarang
- tahun terbit buku
- halaman tempat hal yng dikutip

Ketentuan Penunjukan Sumber kutipan tak langsung
- pengarang ditulis sbelum kutipan    cth: Susasnto(1982:106)menjelaskan…
- Pengarang dituliskan setelah kutipan    cth: ….dsb(Surakhmad,1986:44)
- Sumber lebih dari 1 buku        cth: …dsb(Ali, 1984:6; Gani,1985:17; Wawan,1986:54).

Teknik Pegutipan
- Jika tidak lebih dari 4baris, ketikan diintegrasikan dalam teks dan ditandai oleh tanda kutip
- Jika >4baris ketikan dipisahkan dari teks dengan jarak 2 spasi. boleh pake tanda kutip/ tidak. ditulis menjorok 5-7 ketukan.

JTK 1B/091511035/Adnin Devit Chandra

4 Comments

Dahulu kala disebuah kota kecil di Jawa Tengah yaitu di daerah Purbalingga tepatnya pada tanggal 16 Agustus 1991 lahirlah saya, sesosok bayi tampan dari sepasang suami istri yang sekarang adalah ayah dan ibu saya. Saya diberi nama “Adnin Devit Chandra Fortuna“. Nama tersebut adalah hasil racikan dari inspirasi kakek dan Ayah saya. ada yang bilang nama saya (Adnin) mirip seperti nama untuk seorang perempuan, ada juga yang bilang nama saya terlalu panjang dan susah untuk diucap maupun dihapalkan. Ada pula yang bilang nama saya sangat bagus dan terkesan klasik. Apapun komentar orang lain terhadap nama saya, saya bersyukur dan bangga memiliki nama yang diberikan oleh Ayah dan Kakek saya. saya yakin mereka telah memilih yang terbaik untuk saya. Kata kakek saya, Adnin adalah nama Syurga, hebatnya itu tersurat di Q.S Al-Bayyinah ayat ke-8. Devit itu hanya sebuah nama dan memang tidak memiliki arti. Chandra dapat diartikan sebagai bulan, dan Fortuna adalah Keberuntungan. Jadi, silahkan simpulkan sendiri arti keseluruhannya.

Saya adalah anak pertama dari 3 bersaudara. kedua adik saya adalah perempuan dan kebetulan mereka kembar. Saya juga merupakan cucu pertama dari 10 cucu-cucu kakek & Nenek saya. Alhamdulillah lebaran kemarin keluarga besar kami dapat berkumpul semua di rumah Kakek.

Saya memiliki kebiasaan buruk yang mungkin dimiliki oleh kebanyakan orang. misalnya Susah untuk bangun pagi, susah disuruh mandi, pemalas berat, dan paling hoby nyontek tugas ke temen. tapi mudah-mudahan menginjak usia saya yang sudah dewasa, kebiasaan tersebut bisa hilang dan memang harus hilang.

Banyak yang bilang saya itu orangnya cuek, murah senyum, sombong juga tapinya, pelit, jarang terlihat sedih, tidak banyak bicara, dan yang paling penting ialah baik.

Demikian perkenalan dari saya, mohon maaf bila dalam tata cara penulisan msaih kurang baik. Terima Kasih…

tes blog

1 Comment

blog ini seharusnya berisikan tentang profile saya, tapi berhubung karena kusabab jeung kumargi tea profilnya belum saya tulis, terpaksa saya ngacapruk dulu. da judulnya juga kan masih tes blog.

blog ini teh dibuat untuk memenuhi tugas dari pelajaran ilmu komputer kalo ngga salah mah, ntar tgl 28 pas masuk kuliah kdu udah harus jadi beuh profil teh. berhubung kubakat loba teuing seuur tugas teh, jadi pusing da ngrjain nu mana hela tugasna. nya tugas pa ridwan tntang global warming acan oge deuih. tugas dasar pemrograman ti bu ani acan oge deuih. haduh, hayang ceurik.

sekian terimakasih,,

cik kumaha cingan jadina blog ieu teh.

Hello world!

1 Comment

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.